Menyamai Benih dan Menanam Bibit Melon

Biji atau benih melon sebaiknya disemai dulu sebelum ditanam di kebun. Ada petani yang tidak melakukan penyemaian, tetapi hal ini lebih banyak merugikan dibanding menguntungkan. Kerusakan biji ketika ditanam di lapangan bisa menyebabkan tanaman tidak tumbuh atau tumbuh kerdil. Apalagi, harga bibit melon termasuk mahal dibandingkan jenis tanaman buah lainnya, khususnya jenis bibit melon apollo. Oleh karenanya, lebih baik benih melon disemai dulu untuk mengurangi resiko kerugian. Penyemaian benih dapat dilakukan di kantong plastik, polibag, atau petakan khusus penyemaian. selama ini petani lebih suka melakukan penyemaian di polibag.

Persiapan Polibag dan Media Tanam

Polibag yang digunakan berukuran 8 cm x 10 cm. Polibag diisi media tanam berupa campuran tanah, pasir, dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1:1. Untuk meningkatkan kesuburan tanah, bisa ditambahkan pupuk anorganik. Untuk polibag berukuran 8 cm x 10 cm kira-kira diperlukan 150 gr pupuk organik sehingga kebutuhan pupuk anorganik yaiut 6.6 g urea, 9.75 gr tsp, dan 12 gr KCl atau 19.95 g NPK 3.15 TSP, dan 6,0 g KCl. Untuk memudahakan pengukuran dapat digunakan sendok teh yang setara dengan 5 gr atau sendok amakan yang setara dengan 10 gr.

Setelah media tanam serta pupuk tercampur rata, dimasukkan ke dalam polibag. Polibag lalu diletakkan ditempat yang teduh atau tempat persemaian. Tempat persemaian ini bisa berbentuk bangunan rumah sederhana atau bentuk sungkup. rumah sederhana dibuat tanpa didnidng. Atap dapat dibuat dari net (jaring). Plastik transparan, atau bilahan bambu. Atap ini untuk mengurangi intensitas matahari hingga 30-50%. Apabila persemaian berbentuk sungkup, dapat digunakan bambu sebagai rangkanya dan plastik trasparan unutk dindingnya. Ukuran Sungkup sekitar 1-1.25 m, tinggi 0.5-0.6 m, dan panjangnya disesuaikan. SUngkup ini diusahakan ringan dan mudah dibuka.

Peneduh tempat penyemaian, baik berbentuk bangunan maupun sungkup harus memperhatikan:

  1. Tempat harus terbuka sehingga udara bisa bebas mengalir dan terkena sinar matahari.
  2. Tanaman muda bisa terlundangi dari angin yang kencang, hujan yang deras dan sengatan sinar matahari.
  3. Arah bedengan sebaiknya membujur dari utara ke seletan sehingga tanaman bisa mendapatkan sinar secara merata.

Menyemai Benih Melon dan Merawatnya

1) Menyemai Benih

Sebelum benih disemai ada beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu sebagai berikut:

a) Biji direndam ke dalam air yang berisi larutan pestisida. Tujuannya untuk memudahkan lembaga bersemai dan mngurangi gangguan penyakit. Pestisida yang digunakan yaitu pestisida yang dapat mengendalikan penyakit layu fusarium. misalnya pestisida yang berbahan aktif dazomet 98% atau benomyl dengan dosis 0.5 g/l air. lamanya perendaman minimal 1.5-2 jam atau yang sering dilakukan petani 4-6 jam.

b)Setelah diredam, benih diangkat dan ditiriskan lalu diangin-anginkan ditempat teduh. setelah cukup kering, benih ditebar merata ke atas kalin handuk basah yang steril dan diatasnya ditutup dengan kain handuk yang basah dan steril juga. letakkan benih tersebut ditempat dengan suhu 25 derajat celcius sekitar semalam.

Sementara dilakukan perlakuan benih, olibag disiram dulu sampai cuku basah. Esoknya, benih ditanam dengan kedalaman 0.5 cm. setelah itu, polibag diletakkan ditempat persemaian.

2) Perawatan

Selama periode penumbuhan bibit, penyiraman harus tetap dilakukan. Media persemaian tidak boleh kering dan tidak boleh terlalu basah (becek). Pada musim kemarau, penyiraman bisa dilakukan pagi dan sore hari. sebaliknya pada musim hujan, penyiraman dapat tidak harus dilakukan setiap hari, melainkan dilihat kondisi tanahnya.

setelah 10-14 hari, daun mulai keluar seitar 3-5 daun. pada kondisi ini, ada penanam melon yang sudah berani memindahkan ke lapangan. namun, ada juga yang menunggu sampai umur 20 hari.

Selama menunggu pemindahan ke lapangan, bibit dapat disemprotkan dengan pupuk daun dan pestisida pada umur 10 hari, tetapi dapat pula hal itu tidak dilakukan.

Penyemprotan pupuk daun bertujuan untuk membantu pertumbuhan tanaman, sedangkan pestisida untuk mencegah serangan hama danpenyakit. Contoh pupuk daun yaitu gardena atau mamigro, sedangkan contoh pestisida yaitu Kocide 77 atau saromyl 35. Dosis pupuk daun maupun pestisida sebanyak setengah dari dosis yang dianjurkan. Yang perlu diperhatikan disini yaitu penyemprotan dilakukan setelah penyiraman, dan secara bergantian unutk menghindari adanya bahan aktif yang tidak kompatibel.

saat penyemaian juga dilakukan seleksi bibit. Bibit yang tumbuh tidak sempurna sebaiknya dibuang dan diganti bibit yang lain. Oleh karenaya, ketika melakukan penyemaian, sebaiknya jumlah benih yang ditanam lebih banyak dari jumlah yang dibutuhkan.

Category :