Penyakit Tanaman Cabai dan Solusi Mengatasinya

Penyakit tanaman cabai Antraknosa. Tidak ada yang memungkiri bahwa antracnosa atau yang lebih dikenal dengan istilah “pathek” adalah penyakit tanaman cabai yang hingga saat ini masih menjadi momok petani cabe. Bagaimana tidak? Buah yang menunggu panen dalam beberapa waktu berubah menjadi busuk oleh penyakit tanaman cabai ini. Sekali tanaman cabe kita terkena antraknosa, maka akan sulit bagi kita untuk mengendalikannya.

penyakit-tanaman-cabai-Antraknosa

Antraknosa disebabkan oleh cendawan Colletotrichum capsici. Gejala awal yang dapat dikenali dari serangan penyakit tanaman cabai ini adalah adanya bercak yang agak mengkilap, sedikit terbenam dan berair. Dalam waktu yang tidak lama maka buah akan berubah menjadi coklat kehitaman dan membusuk. Ledakan penyakit tanaman cabai ini sangat cepat pada musim hujan. Jamur ini menyerang tidak pandang bulu, karena baik buah cabe yang masih hijau atau sudah masak pun tidak luput darinya. Penyakit tanaman cabai ini sangat mudah menyebar ke buah atau tanaman lain.

Solusi Mengatasi Penyakit Tanaman Cabai

Tidak ada satu pun cara yang bisa dilakukan agar penyakit tanaman cabai ini bisa sembuh 100%, namun kita bisa mencegahnya dengan kultur teknis yang baik. Melakukan prendaman biji dalam air panas (sekitar 55 derajat celcius) selama 30 menit atau perlakuan dengan fungisida sistemik yaitu golongan triazole dan pyrimidin (0.05-0.1%) sebelum ditanam atau menggunakan agen hayati. Agen hayati yang sering digunakan dalam pengendalian antraknosa adalah: Actinoplanes, Alcaligenes, Agrobacterium amorphospongarium, Athrobacter dan agen hayati ini bisa didapat di balai perlindungan tanaman deptan. Namun perlu diperhatikan bila kita menggunakan agen hayati sebaiknya kita tidak menggunakan pestisida kimia, karena akan menyebabkan kematian pada agen hayati tersebut. Juga dilakukan pembersihan atau pembuangan bagian tanaman yang sudah terserang agar tidak menyebar.

Selain dengan cara system budidaya yang baik, saat pemilihan benih harus kita lakukan secara selektif. Penggunaan benih sembarangan akan beresiko terjadinya serangan penyakit. Secara kimia, pengendalian penyakit tanaman cabai ini dapat disemprot dengan fungisida bersifat sistemik yang berbahan aktif triadianefon dicampur dengan fungisida kontak berbahan aktif tembaga hidroksida seperti Kocide 54WD, atau yang berbahan aktif mankozeb seperti victory 80wp. Ada beberapa pestisida nabati yang bisa menjadi alternative, yaitu ekstrak tanaman marigold (Titonia diversifolata) dalam air 1:20. Atau Campuran nimba (Azadirachta indica), serai dan laos pada perbandingan 8:6:6 atau 6:6:6, serta larutan daun tembakau pada air 1:20. Efektifitas beberapa pestisida nabati ini setara dengan mancozeb 0.2%. Pestisida nabati salah satu solusi mengatasi penyakit tanaman cabai.

Penyakit tanaman cabe Layu bakteri, Bakteri penyebab layu merupakan penyakit tanaman cabai kedua yang meresahkan petani setelah antraknosa. Penyakit layu bakteri juga menyerang tanaman tomat. Penyebab layu bakteri ini adalah Pseudomonas solanacearum yang serangannya ditandai dengan gejala layu pada tanaman cabe yang mengalami kesembuhan pada waktu sore hari, tetapi lama kelamaan kelayuannya terjadi secara keseluruhan dan menetap. Bakteri ini biasanya ditularkan melalui tanah, benih, bibit, sisa-sisa tanaman , pengairan, nematoda atau alat-alat pertanian. Selain itu bakteri ini mampu bertahan selama bertahun-tahun di dalam tanah dalam keadaan tidak aktif. Penyakit tanaman cabai bisa dikendalikan dgn berbagai cara, tetapi tidak bisa selesai 100%.

Tanaman yang sehat tiba–tiba saja layu yang dalam waktu tidak sampai 3 hari besoknya langsung mati. Itulah gambaran serangan penyakit layu tanaman cabai yang sangat menyeramkan. Untuk memastikan penyebab layu tersebut kita bisa mengambil tanaman yang terserang, kemudian pangkal batangnya dibelah untuk direndam pada gelas yang berisi air bening. Setelah direndam dalam air akan muncul hifa berwarna putih.

Selain itu, melakukan rotasi tanaman dengan tanaman yang tidak sefamili bisa mengurangi resiko serangan penyakit tanaman cabai tersebut. Secara kimiawi, penyakit tanaman cabaiini dapat dicegah dengan menyiram larutan kocide 77wp konsentrasi 5 – 10 gr/liter pada lubang tanam sebanyak 200 ml/tanaman interval 10 – 14 hari dimulai saat tanaman mulai berbunga.

Penyakit pada cabai Bercak daun. Penyakit tanaman cabe ini ditandai dengan adanya bercak-bercak berupa bulatan seperti cacar pada daun. Bila dibiarkan akan menyebabkan daun-daun cabe gugur sehingga pertumbuhan kurang optimal. Seperti halnya layu bakteri, cendawan Cercospora capsici penyebab bercak daun ini dapat bertahan hidup pada sisa-sisa tanaman. Pengendalian terhadap penyakit cabai ini dapat dilakukan dengan membuang tanaman yang terserang sekaligus membersihkan sanitasi lingkungan tanaman. Secara kimia dapat juga dicegah dengan fungisida kontak bahan aktif tembaga hidroksida seperti kocide 54wdg, kocide 77wp, dan atau fungisida bahan aktif mankozeb yaitu victory 80wp. Penyakit tanaman cabai adalah momok bagi semua petani cabai dan penyebab kegagalan utam dari sistem budidaya tanaman cabe.

Category : Artikel &Tanaman Cabai Posted on April 4, 2012

One Comment → “Penyakit Tanaman Cabai dan Solusi Mengatasinya”

  1. [...] F1 Hibrida yang mempunyai kualitas prima dan bisa diandalkan untuk pemenuhan produksi skala besar. Tanamannya mempunyai tajuk yang lebar dan bercabang banyak,sehingga dapat menghasilkan buah yang banyak pula. [...]

    Reply

Leave a Reply

200 OK

OK

The server encountered an internal error or misconfiguration and was unable to complete y